Tarekat Syattariah Nuswantara Surabaya

Tarekat Syattariyah didirikan oleh Syekh Abdullah al-Syattar, yang hidup pada abad ke-15 Masehi di India. Tarekat ini mengambil nama dari pendirinya, yaitu Syekh Abdullah al-Syattar. di Nuswantara Khususnya  di tanah Jawa Tarekat Syattariyah disebarkan oleh para wali di antaranya adalah Sunan Ampel (Wafat 1481 M), Sunan Gunung Jati (Wafat 1568 M), Sunan Bonang (Wafat 1525 M), Sunan Kalijaga (Wafat 1592 M), dan wali sembilan lainnya kemudian dilanjutkan oleh Jaka Tingkir (Wafat 1582 M), Sultan Agung (Wafat 1645 M), Syekh Abdul Muhyi (Wafat 1730 M), Kiai Hasan Besari (Wafat 1747 M), Mbah Muqoyyim (Wafat 1750 M), Pangeran Diponegoro (Wafat 1855), Bagus Burhan Alias Ronggo Warsito (Wafat 1873), dan seterusnya.

Sejarah Singkat

Tarekat Syattariyah adalah salah satu dari banyak tarekat sufi dalam Islam yang memiliki akar historis yang dalam dan pengikut yang luas.Tarekat Syattariyah didirikan oleh Syekh Abdullah al-Syattar, yang hidup pada abad ke-15 Masehi di India.

Tarekat Syattariyah Sanadnya jelas dan diakui (muktabaroh), dari Rasulullah ke Sayidina Ali ke Sayyidina Husein sampai kepada guru kita yang sekarang. Semenjak nama tariqat ini dikibarkan oleh pencetusnya Syekh Abdullah Syatar (Wafat 1485 M), tariqat ini terus berkembang ke penjuru dunia sampai saat ini, dan sekarang kita adalah penerusnya. Menjadi sebuah kehormatan bagi kita untuk mengerjakan tahapan spiritual yang pernah dikerjakan oleh guru-guru besar kita seperti Syekh Abdullah Syattari di India, Syekh Ahmad Qusyasyi di Madinah, Syekh Abdul Rauf di Aceh, Syekh Abdul Muhyi Pamijahan di Jawa Barat, dan guru-guru lainnya. tarekat syattariah surabaya

AJARAN DAN PRAKTIK

  • Tahapan Spiritual: Seperti tarekat sufi pada umumnya, Tarekat Syattariyah juga memiliki tahapan-tahapan spiritual yang harus dilalui oleh para pengikutnya. Mulai dari tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa), mujahadah (perjuangan melawan hawa nafsu), hingga ma’rifah (pengetahuan spiritual).
  • Dzikir dan Meditasi: Salah satu praktik utama dalam tarekat ini adalah dzikir, yaitu pengulangan nama-nama Allah atau frasa-frasa suci lainnya sebagai bentuk ibadah dan mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi. Meditasi juga sering dilakukan untuk memperdalam pemahaman akan hakikat keberadaan manusia dan hubungannya dengan Sang Pencipta.
  • Pentingnya Guru: Dalam Tarekat Syattariyah, peran guru sangat penting. Seorang murid tidak hanya belajar dari kitab-kitab suci atau teks-teks mistis, tetapi juga belajar langsung dari guru spiritualnya. Hubungan ini dianggap sebagai jembatan antara dimensi material dan spiritual, di mana guru membimbing muridnya melalui perjalanan spiritualnya.

Penerus dan Warisan

Tarekat Syattariyah masih hidup dan berkembang hingga saat ini. Meskipun telah berabad-abad berlalu sejak pendiriannya, tarekat ini terus diikuti dan diamalkan oleh banyak individu yang mencari kedekatan spiritual dengan Allah. Warisan ajaran dan praktik-praktik dalam Tarekat Syattariyah tetap menjadi bagian penting dari sejarah spiritualitas Islam, dan terus mempengaruhi kehidupan spiritual umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Dengan pengajaran-pengajaran yang berpusat pada cinta kepada Allah, penekanan pada pengetahuan spiritual, dan praktik-praktik dzikir yang mendalam, Tarekat Syattariyah terus menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang mencari kebijaksanaan dan pencerahan dalam kehidupan rohani mereka.

Anda Yang Tetarik dan Berminat untuk Mengikuti Torekoh Tarekat Syattariah Nuswantara Bisa Mengikuti BAIAT DAN TALKIN yang Kami adakah Setiap Hari Sabtu Malam. Silahkan Menghubungi Admin Untuk Registrasinya

Kenalilah Dirimu, Dapatkan Ridho Nya dan Berbahagialah Dengan Khusnul Khotimah

Anda Bisa Menghubungi Kami, bila Anda Butuh Informasi Mengenai Apapun Tentang Tarekat Syattariah